26 Mar 2013

Inilah Balasan Bagi Orang Yang Istiqomah












Assalamualaikum wr, wb

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqomah), maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan bergembiralah dengan jannah (surga) yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS Fushilat [41]: 30)

Keimanan kepada Allah menuntut sikap istiqomah. Keyakinan hati, kebenaran lisan dan kesungguhan dalam amal adalah unsur-unsur keimanan yang mesti dijalankan dengan istikamah. istikamah yang berarti keteguhan dalam memegang prinsip, merupakan bukti jelas kekuatan iman seseorang.

Rasulullah shallaluhu ‘alaihi wasallam juga bersabda, “Katakanlah: “Rabbku adalah Allah” dan Istiqomahlah!” (HR Tirmidzi)

Selengkapnya...

28 Apr 2012

Naik Turunya Iman Seseorang

Bagi sebagian orang, sudah beriman kepada Allah Subhanahu wa ta’alaa saja sudah merasa cukup. Apapun yang dilakukannya, iman yang ada dirinya tidak akan pernah luntur. Padahal tidaklah demikian. Iman yang ada pada hati seseorang dapat luntur, atau bahkan hilang, jika orang tersebut tidak menjaganya. Perhatikan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berikut ini:
”Iman itu kadang naik kadang turun, maka perbaharuilah iman kalian dengan la ilaha illallah.” (HR Ibn Hibban)

Selengkapnya...

8 Agt 2011

Hikmah Puasa Ramadhan


Takwa adalah buah yang diharapkan
dan dihasilkan oleh puasa. Buah
tersebut akan menjadi bekal orang
beriman dan perisai baginya agar
tidak terjatuh dalam jurang kemaksiatan.

Seorang ulama sufi pernah berkata
tentang pengaruh takwa bagi kehidupan
seorang muslim; “Dengan bertakwa,
para kekasih Allah akan terlindungi
dari perbuatan yang tercela, dalam
hatinya diliputi rasa takut kepada
Allah sehingga senantiasa terjaga
dari perbuatan dosa, pada malam hari
mengisi waktu dengan kegiatan beribadah,
lebih suka menahan kesusahan daripada
mencari hiburan, rela merasakan lapar
dan haus, merasa dekat dengan ajal
sehingga mendorongnya untuk memperbanyak
amal kebajikan".
Selengkapnya...